Kisah Tentang Narasa
Narasa lahir dari dua kata: narasi dan rasa.
Sebuah filosofi desain yang melihat souvenir bukan sekadar benda fungsional tetapi sebagai pembawa cerita dan perasaan pemberinya. Setiap garis, tekstur, dan detail dirancang untuk menjadi bagian dari kisah yang tidak hanya terlihat tetapi juga dapat dirasakan dalam keseharian profesional. Berangkat dari visi Du Anyam tentang craftmanship modern, Narasa menghdirkan anyaman lontar karya tangan perempuan dari Nusa Tenggara Timur ke dalam wujud yang lebih urban dan elegan. Tenang dalam tampilannya, presisi dalam fungsinya dan manusiawi dalam maknanya.
Karena setiap hubungan profesional layak dirasakan, bukan hanya ditampilkan.
Koleksi Narasa
Pendamping bagi profesional modern—mengutamakan keseimbangan antara fungsi dan rasa.

GERAK — MOBILITAS
Di ranah profesional, mobilitas adalah sikap — keberanian untuk melanjutkan, menyempurnakan, dan bertumbuh. Narasa menangkap gerak yang anggun, dari ruang kerja ke ruang dialog, dari niat menjadi aksi.
Langkah kecil, arah yang semakin jelas.

JEDA — KETERATURAN
Di tengah ritme kerja yang cepat, jeda menjadi sumber keseimbangan. Melalui desain yang tertata dan penuh pertimbangan, Narasa mengingatkan bahwa produktivitas sejati tumbuh dari harmoni antara fokus dan ketenangan.
Setiap jeda memberi ruang untuk selaras.

INTERAKSI — KEHADIRAN
Dari kolaborasi hingga sapaan ringan, hubungan profesional dibentuk oleh kehadiran yang tulus. Narasa memandang interaksi adalah pengalaman—bukan hanya pertukaran kata, tetapi kesan yang bertahan lama dalam benak.
Setiap interaksi menandai awal cerita.

IDENTITAS
Identitas menjadi penanda kehadiran. Menunjukkan peran, kontribusi, dan pengakuan dalam ruang kolaborasi. Melalui desain yang tenang namun berkarakter, Narasa menghadirkan ekspresi profesional yang percaya diri—tentang jati diri dan rasa memiliki.
Identitas yang diakui, kontribusi yang dihargai.

GERAK — MOBILITAS
Di ranah profesional, mobilitas adalah sikap — keberanian untuk melanjutkan, menyempurnakan, dan bertumbuh. Narasa menangkap gerak yang anggun, dari ruang kerja ke ruang dialog, dari niat menjadi aksi.
Langkah kecil, arah yang semakin jelas.

JEDA — KETERATURAN
Di tengah ritme kerja yang cepat, jeda menjadi sumber keseimbangan. Melalui desain yang tertata dan penuh pertimbangan, Narasa mengingatkan bahwa produktivitas sejati tumbuh dari harmoni antara fokus dan ketenangan.
Setiap jeda memberi ruang untuk selaras.

INTERAKSI — KEHADIRAN
Dari kolaborasi hingga sapaan ringan, hubungan profesional dibentuk oleh kehadiran yang tulus. Narasa memandang interaksi adalah pengalaman—bukan hanya pertukaran kata, tetapi kesan yang bertahan lama dalam benak.
Setiap interaksi menandai awal cerita.

IDENTITAS
Identitas menjadi penanda kehadiran. Menunjukkan peran, kontribusi, dan pengakuan dalam ruang kolaborasi. Melalui desain yang tenang namun berkarakter, Narasa menghadirkan ekspresi profesional yang percaya diri—tentang jati diri dan rasa memiliki.
Identitas yang diakui, kontribusi yang dihargai.
Keterampilan & Makna
Anyaman lontar menjadi inti dari Narasa—dikerjakan oleh tangan-tangan perempuan dengan keterampilan turun-temurun, membawa cerita dari desa ke dunia profesional.
Setiap helai anyaman menghadirkan hubungan antara pembuat dan pemakai; antara tradisi dan kebutuhan modern; antara tekstur dan rasa.
Narasa menghadirkan produk yang menyatukan karakter, ketenangan, dan sentuhan manusia yang tulus.
Keunggulan

Desain
Koleksi berestetika urban dengan bentuk yang relevan untuk kebutuhan kerja dan apresiasi korporat modern

Craftsmanship
Anyaman lontar karya tangan perempuan penganyam pelosok Indonesia memberi kualitas autentik

Durabilitas
Material tahan air dan struktur presisi memastikan performa tinggi untuk pemakaian profesional setiap hari







