Additional information
| Weight | 1 kg |
|---|---|
| Dimensions | 60.8 × 56 × 47.5 cm |
| Color | Azure, Dark Red, Sunshine, Marquetry |
Rp23.500.000 – Rp32.100.000
Rp23.500.000 – Rp32.100.000
Rami Coffee Table edisi Smoked menghadirkan karakter elegan dengan sentuhan keranjang sobe asap—anyaman kepitang Du Anyam yang melalui proses pengasapan alami. Warna cokelat gelap yang dihasilkan menambahkan kedalaman, kontras, dan nuansa hangat pada tekstur tiga dimensi khas anyaman kepitang.
Lebih dari sekadar furnitur, Rami Smoked membawa cerita perempuan penganyam di pelosok Indonesia, menghadirkan karya yang sarat makna, autentik, sekaligus menjadi titik pusat yang berkelas di ruang hunian Anda.
Panjang 55,8 cm x Lebar 51,8 cm x Tinggi 46,5 cm
Material:
Atas: Kayu dengan High Gloss Finishing
Kaki: Kayu
Badan: Anyaman Alami Du Anyam
Jaga anyaman agar tetap kering. Jangan simpan dalam kondisi lembab untuk mencegah produk berubah warna. Jika produk terkena air, bersihkan menggunakan kain yang lembut dan keringkan di bawah sinar matahari, hingga kering. Jangan mengisi dengan barang yang berat atau terlalu penuh yang dapat merubah bentuk anyaman. Jauhkan dari sumber api atau panas untuk jangka waktu yang lama.
Menganyam, meski merupakan warisan budaya dan sudah menjadi kebiasaan lama masyarakat Flores setempat, sebagian besar produknya hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga saja. Demikian pula yang terjadi di Kalimantan, Papua, dan banyak daerah di Indonesia, tradisi menganyam sudah ada sejak puluhan tahun lamanya namun kurang dilestarikan. Seni kerajinan tangan yang sekarat ini telah tergantikan oleh aktivitas-aktivitas lain yang dianggap lebih bernilai dan lebih praktis.
Saat Du Anyam memulai perjalanan untuk mengadvokasi pemberdayaan perempuan, kami telah menemukan dan berhubungan kembali dengan berbagai warisan Nusantara. Melalui beberapa strategi promosi kebudayaan seperti pengadaan kurikulum pelajaran menganyam untuk siswa SMA dan pelatihan menganyam sepanjang tahun, kami berharap untuk tidak hanya melestarikan saja, tapi juga menghidupkan kembali seni Indonesia yang sungguh tak ternilai harganya ini.