Additional information
| Dimensions | 40 × 28 × 3 cm |
|---|---|
| Color |
Rp597.500
Rp597.500
Hadir memukau melalui koleksi souvenir yang memadukan keunikan batik Indonesia dengan khasnya anyaman lontar, koleksi ini hadir dalam dua karakter.
Batik Navy menghadirkan perpaduan motif yang merefleksikan keteguhan, keseimbangan, dan ikatan yang langgeng. Sementara itu, Batik Black mengangkat perpaduan motif yang lebih berani dan elegan, merepresentasikan kekuatan serta semangat untuk terus berkembang. Koleksi ini tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membawa dampak sosial dengan memberdayakan perempuan penganyam di berbagai pelosok Indonesia.
Dibuat dari bahan berkualitas dan sarat makna positif, setiap detailnya menyampaikan pesan tentang pemberdayaan dan kekuatan. Sebarkan kehangatan dalam semangat #MenganyamKebaikan.
Dikemas dalam hardbox eksklusif, temukan Liko Organizer Pouch, Bidara ID Tag, dan Adonara Compact Wallet yang modern dan fungsional—pilihan tepat untuk menghargai klien dan relasi bisnis berharga.
Panjang 40 cm x Lebar 28 cm x Tinggi 12 cm
Jaga anyaman agar tetap kering. Jangan simpan dalam kondisi lembab untuk mencegah produk berubah warna. Jika produk terkena air, bersihkan menggunakan kain yang lembut dan keringkan di bawah sinar matahari, hingga kering. Jangan mengisi dengan barang yang berat atau terlalu penuh yang dapat merubah bentuk anyaman. Jauhkan dari sumber api atau panas untuk jangka waktu yang lama
Menganyam, meski merupakan warisan budaya dan sudah menjadi kebiasaan lama masyarakat Flores setempat, sebagian besar produknya hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga saja. Demikian pula yang terjadi di Kalimantan, Papua, dan banyak daerah di Indonesia, tradisi menganyam sudah ada sejak puluhan tahun lamanya namun kurang dilestarikan. Seni kerajinan tangan yang sekarat ini telah tergantikan oleh aktivitas-aktivitas lain yang dianggap lebih bernilai dan lebih praktis.
Saat Du Anyam memulai perjalanan untuk mengadvokasi pemberdayaan perempuan, kami telah menemukan dan berhubungan kembali dengan berbagai warisan Nusantara. Melalui beberapa strategi promosi kebudayaan seperti pengadaan kurikulum pelajaran menganyam untuk siswa SMA dan pelatihan menganyam sepanjang tahun, kami berharap untuk tidak hanya melestarikan saja, tapi juga menghidupkan kembali seni Indonesia yang sungguh tak ternilai harganya ini.