Additional information
| Weight | 1 kg |
|---|---|
| Dimensions | 46 × 46 × 50 cm |
| Warna | Kain Tenun 1, Kain Tenun 2 |
Rp16.500.000
Rp16.500.000
Nobo Pouf adalah pertemuan harmonis antara desain modern dan kerajinan tradisional. Struktur dengan finishing high gloss memunculkan kesan sleek kontemporer, sementara lapisan kain tenun Indonesia memberi sentuhan hangat dan kultural. Detail keranjang sobe kepitang ukir khas Du Anyam melengkapi desain ini dengan tekstur tiga dimensi yang unik, menghadirkan dialog otentik antara warisan anyaman dan estetika modern.
Lebih dari sekadar pouf, Nobo adalah simbol kolaborasi lintas disiplin yang elegan, bermakna, dan sarat cerita.
Panjang 46 cm x Lebar 46 cm x Tinggi 50 cm
Material:
Kain: Kain Tenun Flores
Atas: Kayu dengan High Gloss Finishing
Kaki: Kayu
Badan: Anyaman Alami Du Anyam
Jaga anyaman agar tetap kering. Jangan simpan dalam kondisi lembab untuk mencegah produk berubah warna. Jika produk terkena air, bersihkan menggunakan kain yang lembut dan keringkan di bawah sinar matahari, hingga kering. Jangan mengisi dengan barang yang berat atau terlalu penuh yang dapat merubah bentuk anyaman. Jauhkan dari sumber api atau panas untuk jangka waktu yang lama.
Menganyam, meski merupakan warisan budaya dan sudah menjadi kebiasaan lama masyarakat Flores setempat, sebagian besar produknya hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga saja. Demikian pula yang terjadi di Kalimantan, Papua, dan banyak daerah di Indonesia, tradisi menganyam sudah ada sejak puluhan tahun lamanya namun kurang dilestarikan. Seni kerajinan tangan yang sekarat ini telah tergantikan oleh aktivitas-aktivitas lain yang dianggap lebih bernilai dan lebih praktis.
Saat Du Anyam memulai perjalanan untuk mengadvokasi pemberdayaan perempuan, kami telah menemukan dan berhubungan kembali dengan berbagai warisan Nusantara. Melalui beberapa strategi promosi kebudayaan seperti pengadaan kurikulum pelajaran menganyam untuk siswa SMA dan pelatihan menganyam sepanjang tahun, kami berharap untuk tidak hanya melestarikan saja, tapi juga menghidupkan kembali seni Indonesia yang sungguh tak ternilai harganya ini.