fbpx Panduan Pelaksanaan CSR Perusahaan | Du Anyam

Panduan Lengkap Aktivasi Program CSR Perusahaan

Posted by April 19, 2021
Thumbnail

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen yang kian peka dan selektif, berbagai perusahaan mulai giat merangkul program CSR ke bisnis mereka. Namun, tidak dapat dipungkiri kalau masih banyak yang belum mengaktivasi program CSR sama sekali. Tak jarang ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman atas eksekusi yang tepat atau masih melakukan trial dan error.

Jika Anda termasuk perusahaan yang ingin punya program CSR sukses tapi masih bingung cara memulai, simak langkah- langkah aktivasi program CSR berikut.

Langkah-Langkah Aktivasi Program CSR untuk Bisnis

  1. Bentuk framework program CSR
  2. Menentukan Kapasitas Internal
  3. Memilih Partner CSR
  4. Tentukan metriks/ indikator kesuksesan program CSR

1. Bentuk framework program CSR
Susun framework program CSR perusahaan Anda dengan menggunakan panduan poin- poin berikut:

(Sumber: https://solotravelerworld.com/wp-content/uploads/2016/08/writing-travel-journal.jpg)
  • Tentukan misi program CSR
    Misi program CSR masing-masing perusahaan bisa sangat bervariasi, tentunya dengan sasaran yang berbeda pula, dari kepedulian lingkungan, kontribusi untuk komunitas tertentu, program work-life balance, dsb. Apapun itu, pastikan misi program CSR sejalan dengan nilai pilar perusahaan secara keseluruhan.

  • Buat target yang jelas
    Setelah menetapkan misi, susun target yang ingin dicapai secara spesifik. Buat sedetail mungkin untuk memudahkan eksekusi setiap tahapan program CSR. Sebagai ilustrasi, coba bandingkan kedua contoh target berikut:
  • Target Perusahaan (Maret 2021):
    Menjalankan campaign dengan tema peduli lingkungan.
  • Target Perusahaan (Maret 2021):
    • Minggu 1 → Mencari kemasan produk yang lebih ramah lingkungan.
    • Minggu 2 → Menjalankan campaign #daurulang via giveaway.
    • Minggu 3 → Mengumpulkan testimoni hasil penggunaan kemasan baru
    • dst.

Dari contoh di atas, terlihat target yang jelas pada ilustrasi kedua. Ini akan sangat mendukung konsistensi dan kekompakan tim, jadi pastikan untuk menerapkan hal ini pada program CSR Anda.

  • Tentukan pihak- pihak yang terlibat
    Tim pelaksana sangat penting untuk keberhasilan program CSR. Bentuk tim pelaksana CSR Anda, misalnya staf internal, co-founder, shareholders, dsb. Lalu, tentukan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
  • Tetapkan jangka waktu program CSR
    Durasi program CSR harus ditentukan secara jelas. Apakah komitmen program CSR akan dijalankan selama periode spesifik? Jika ya, berapa lama dan sumber daya apa yang akan terlibat?

  • Rancang budget program CSR
    Susun anggaran yang realistis sebagai wujud investasi pada perusahaan Anda, misalnya 2-5% dari profit penjualan untuk alokasi budget CSR.

2. Tentukan Kapasitas Tim Pelaksana (Internal)

(Sumber: https://www.beefmagazine.com/sites/beefmagazine.com/files/mgmt-matters-teamwork-katlehoSeisa-GettyImages.jpg)

Program CSR membutuhkan tim pelaksana atau anggota yang paham dengan misi perusahaan. Dalam hal ini, Anda bisa memberdayakan beberapa karyawan internal atau individu yang sudah bekerja di perusahaan sebagai pelaksana program CSR yang ingin dijalankan. Namun, sebaiknya Anda memastikan dulu kapasitas tim pelaksana sebelum program CSR diimplementasikan, misalnya dengan melakukan perbandingan pro dan kontra sesuai kondisi perusahaan masing- masing:

Contoh Perbandingan Kapasitas Tim Pelaksana untuk Program CSR
ProKontra
Staf rata- rata sudah mengerti filosofi perusahaanMinimnya komunikasi antar staf/divisi
Mempertajam teamworkMenggunakan waktu kerja
Lebih hemat biayaHasil tidak konsisten
Risiko gagal yang berarti pemborosan biaya & waktu
Membutuhkan leadership khusus
Kurang pengalaman dalam lingkup social impact

Umumnya, dari analisa tersebut Anda akan mendapati apa saja kelebihan dan kekurangan dari tim pelaksana internal. Informasi tersebut akan membantu dalam eksekusi program CSR dan antisipasi atas masalah yang berpotensi muncul.

Setelah melakukan analisa dan memastikan bahwa kapasitas internal cukup memadai, maka langkah selanjutnya adalah bentuk tim secara jelas. Jika Anda kurang yakin, maka ada baiknya untuk memilih bekerja sama dengan partner CSR eksternal yang mumpuni.

Tim CSR perusahaan juga boleh terdiri dari beberapa anggota tim internal dan partner CSR eksternal (kombinasi) untuk hasil yang sesuai ekspektasi.

3. Memilih Partner CSR

(Sumber: https://blog.drinktec.com/cross-industry/corporate-social-responsibility-beverage-industry/)

Jika Anda mempertimbangkan kerja sama dengan partner CSR eksternal, ada beberapa jenis organisasi yang bisa dijajaki. Misalnya, NGO atau organisasi nirlaba, kewirausahaan sosial, badan atau gerakan sosial, dsb.

Organisasi nirlaba, wirausaha sosial, maupun gerakan pada umumnya bertujuan untuk membantu menyelesaikan sebuah masalah sosial. Struktur gerakan sosial umumnya bersifat informal dan kegiatannya sangat tergantung pada pendiri atau anggota gerakan tersebut.

Sementara itu, perbedaan mendasar antara organisasi nirlaba dengan kewirausahaan sosial adalah dalam segi pendanaan operasional organisasi tersebut. Organisasi nirlaba tergantung pada donasi ataupun hibah untuk kegiatan utamanya, sementara prinsip kewirausahaan sosial adalah pemberdayaan dan kemandirian penerima manfaat yang berkelanjutan melalui pembangunan sumber daya manusia dan pemberian fasilitas dan akses terhadap sumber daya. Dapat disimpulkan bahwa pendanaan kegiatan kewirausahaan sosial dihasilkan oleh para penerima manfaat sendiri.

Kriteria Partner CSR yang Paling Ideal

Prinsipnya, partner CSR harus memiliki mindset yang sepaham dan kinerja kompak demi kesuksesan program CSR. Untuk memudahkan, gunakan kriteria penting berikut saat memilih partner CSR paling ideal:

  • Reputasi, performa, dan akses

Pahami seluk beluk kandidat dari aspek legalitas, portfolio, tingkat keberhasilan, dan transparansi program dalam pertimbangan memilih partner CSR.

Selain itu, pastikan juga partner CSR memiliki akses ke komunitas lokal secara menyeluruh, dalam arti program yang dijalankan memiliki dampak sosial berkepanjangan dan tidak hanya mengandalkan donasi belaka. Salah satu contohnya adalah program beasiswa, pelatihan atau skills training, hingga pengadaan fasilitas yang bisa dipakai dalam jangka panjang.

  • Sinergi bisnis yang mudah

Program CSR tidak akan terlepas dari aspek bisnis perusahaan Anda. Supaya tercapai integrasi yang mudah antara bisnis dan CSR, pilih partner CSR yang punya solusi kreatif yang gampang diterapkan ke produk/jasa Anda. Beberapa ide yang bisa dicoba antara lain: kolaborasi produk, pemberian souvenir ke klien, kemasan yang lebih ramah lingkungan, dll.

  • Didukung perangkat/jaringan pemerintahan

Dalam eksekusi program CSR yang melibatkan kepentingan orang banyak atau komunitas, seringkali muncul keperluan yang berhubungan dengan dukungan pemerintah setempat, misalnya akses masuk ke lokasi, izin-izin, akses informasi, dll.

Oleh karena itu, pastikan partner CSR Anda paham atas pentingnya dukungan pemerintah dan punya hubungan yang kuat dengan instansi atau regulator terkait. Ini akan sangat membantu dalam mengatasi tantangan biaya, waktu, dan tenaga yang mungkin timbul dari pihak ketiga.

  • Punya pemahaman komunitas lokal yang baik

Program CSR yang efektif berawal dari pemahaman mendalam atas kebutuhan sebuah komunitas lokal, termasuk kondisi budaya, sosio-ekonomi dan pilihan program yang bisa berdampak nyata. Contohnya, di Indonesia sendiri masih banyak permasalahan mendasar yang berkaitan dengan angka kemiskinan, rendahnya nilai gizi anak, tingkat kematian ibu dan sejenisnya.

Hal-hal tersebut adalah salah satu fokus utama Du Anyam sebagai wirausaha sosial lokal. Untuk kinerja yang efektif terhadap komunitas lokal, Du Anyam juga sudah memiliki kantor di NTT, tim komunikasi dan jaringan lokal yang luas, terutama NTT, Papua, Kalimantan Selatan dan berbagai daerah lain di Indonesia.

  • Pilih partner yang bertujuan dampak jangka panjang

Partner CSR yang baik akan melibatkan Anda untuk menjawab tantangan sosial secara jangka pendek dan jangka panjang. Sasaran program CSR Anda bisa berdampak luas,
misalnya melalui program beasiswa, edukasi pangan, pelatihan keterampilan, dan sejenisnya.

Du Anyam sangat berpihak pada peningkatan taraf kesejahteraan hidup wanita dan anak melalui program-program dengan dampak yang tidak pernah putus. Melalui pemberdayaan wanita penganyam, Anda bisa turut serta meregenerasi pekerja budaya di berbagai level, menjamin pendidikan anak-anak pelosok, dan menjadikan keluarga Indonesia semakin berdikari. Cari tahu cerita tentang Du Anyam disini.

4. Ukur kesuksesan program CSR

Setelah aktivasi dan implementasi, pastikan program CSR terealisasi sesuai dengan ekspektasi Anda. Ukur apakah target yang ditentukan sebelumnya sudah tercapai, misalnya peningkatan profit, terbukanya akses ke segmen pasar yang baru, atau perubahan tingkat kesejahteraan pihak yang terlibat.

Yang tak kalah penting, hasil-hasil yang dirasakan dari program CSR juga bisa memberikan kepuasan yang bersifat non material, seperti meningkatkan moral karyawan, mengasah kinerja tim, dan menyentuh kepentingan hidup orang banyak.

Berpartner untuk Kesuksesan Program CSR

Berbagai use case dari Du Anyam sebagai partner CSR telah menjadi bukti keberhasilan program CSR yang sesuai dengan target berbagai perusahaan yang berbeda-beda. Sebagai official merchandiser di Asian Games tahun 2018 dan partisipan di berbagai ajang internasional seperti World Economic Forum, Du Anyam memiliki keragaman produk yang praktis hingga opsi pengadaan program berdampak sosial yang dapat diimplementasikan dengan mudah.

Seluruh program sosial Du Anyam didesain untuk menciptakan peluang berkelanjutan bagi wanita penganyam di pelosok daerah, menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, serta meningkatkan taraf hidup anak dan keluarga Indonesia.

Butuh diskusi lebih lanjut untuk program CSR perusahaan Anda? Sebagai wirausaha sosial inovatif dan berprestasi, hubungi kami untuk info aktivitas dan program CSR yang sesuai dengan target dan visi Anda.