fbpx 11 Tahun Menganyam Perubahan : Laporan Dampak Sosial Du Anyam di Tahun 2025

11 Tahun Menganyam Perubahan : Laporan Dampak Sosial Du Anyam di Tahun 2025

Posted by April 17, 2026
Thumbnail

Impact Report 2025 menjadi refleksi atas sebelas tahun perjalanan pemberdayaan perempuan di pelosok Indonesia. Sebagai social enterprise, Du Anyam secara konsisten menerbitkan laporan tahunan sebagai wujud komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas kepada klien, mitra, komunitas penganyam, serta seluruh pihak yang menjadi bagian dari perjalanan Du Anyam.

seorang wanita lanjut usia dari flores NTT yang sedang menganyam daun lontar

Refleksi 11 Tahun Perjalanan dan Pemberdayaan Perempuan

Sebelas tahun lalu, perjalanan ini dimulai dari desa-desa di pelosok Indonesia dengan satu keyakinan sederhana bahwa anyaman dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih pasti. 

Memasuki tahun ke-11, Du Anyam tidak lagi hanya berbicara tentang pertumbuhan, tetapi tentang penguatan fondasi yang telah dibangun bersama komunitas. Seiring waktu, dampak ekonomi mulai dirasakan secara nyata oleh para penganyam dan keluarga mereka, menjadikan setiap produk anyaman tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga membawa cerita perubahan bagi komunitas dibaliknya. 

tiga orang wanita sedang menganyam sebuah keranjang anyaman dari daun lontar khas Flores NTT sambil tersenyum

Tradisi menganyam yang diwariskan turun-temurun kini terhubung dengan sistem produksi yang terstruktur dengan standar kualitas yang konsisten, akses pasar yang semakin luas, serta pendampingan berkelanjutan yang membuat para penganyam semakin terampil, percaya diri, dan mandiri secara ekonomi.

kenali Lebih Lanjut Tentang Perjalanan dan Misi Du Anyam

enam orang wanita penganyam yang tersenyum di depan rumah anyam Wulublolong Du Anyam yang berada di NTT

Stabilitas Ekonomi dan Penguatan Peran Perempuan

Salah satu sorotan utama dalam Impact Report Du Anyam 2025 adalah peningkatan stabilitas ekonomi keluarga penganyam.

90% penganyam perempuan yang terlibat di Du Anyam, kini melihat anyaman sebagai sumber pendapatan keluarga yang stabil. Penghasilan ini membantu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari pangan, pendidikan anak, hingga tabungan keluarga. Saat ini, 57% penganyam bahkan telah memiliki tabungan sendiri dan ketergantungan terhadap pinjaman juga semakin berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa anyaman tidak lagi sekadar menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi telah berkembang menjadi sumber pendapatan yang lebih konsisten dan berkelanjutan bagi komunitas penganyam.

Peningkatan kemandirian ekonomi turut memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan komunitas. Hal ini tampak dari meningkatnya keterlibatan dalam pengambilan keputusan rumah tangga sebesar 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring dengan itu, rasa percaya diri perempuan juga semakin tumbuh, yang mendorong mereka untuk lebih aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Kini, sebanyak 76% perempuan telah berpartisipasi aktif dalam berbagai forum publik.

Menguatkan Fondasi untuk Dampak Berkelanjutan

Peningkatan pendapatan dan peran perempuan yang terlihat saat ini merupakan hasil dari proses yang dibangun secara konsisten bersama komunitas.

para penganyam perempuan 
Du Anyam yang sedang berkumpul di Rumah Anyam sambil berdiskusi dan mempraktikkan kerajinan anyaman daun lontar, menunjukkan pemberdayaan komunitas di Flores NTT

Di tahun 2025, Du Anyam menyelenggarakan pelatihan yang diikuti oleh 560 perempuan penganyam. Pelatihan ini berfokus pada peningkatan keterampilan produksi, koordinasi kerja, serta penguatan kepemimpinan di tingkat lokal. Upaya ini tidak hanya membantu menjaga kualitas produksi, tetapi juga mendorong sistem kerja yang lebih terstruktur. Dampaknya terlihat dari meningkatnya jumlah koordinator lapangan perempuan sebesar 24% serta meluasnya pendampingan ke lebih banyak desa, dari 21 desa ke 27 desa pada tahun 2025.

Rumah Anyam sebagai Pusat Penguatan Ekosistem

Sebagai langkah untuk memperkuat proses produksi dan pendampingan komunitas, Du Anyam membangun Rumah Anyam kedua di Desa Bubu Atagamu yang berada di Pulau Solor, Flores Timur. Tempat ini hadir bukan hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi tempat bagi para perempuan penganyam untuk bekerja, belajar, dan saling menguatkan, di mana ide-ide berkembang dan kemampuan terus diasah.

Di Rumah Anyam, proses produksi berlangsung dalam suasana kebersamaan. Para penganyam saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan saling mendukung dalam pekerjaan mereka. Ruang ini juga memperkuat rasa kekeluargaan di antara para penganyam, sehingga tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga tempat yang menumbuhkan solidaritas dan dukungan dalam komunitas.

komunitas Du Anyam yang berdiri sambil tersenyum di depan rumah anyam Desa Bubuatagamu NTT sebagai tempat pusat kegiatan dan kolaborasi bersama

Perluasan Akses Pasar dan Produk

Du Anyam juga terus membuka peluang baru bagi anyaman tradisional untuk hadir dalam berbagai ruang modern. Melalui kolaborasi dengan desainer interior dan kreator furnitur, anyaman tidak lagi hanya dipandang sebagai kerajinan tangan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi desain yang memadukan nilai budaya dengan gaya hidup modern.

kursi kayu yang ditempatkan di area luar dengan sandaran di belakangnya menggunakan anyaman dari daun lontar khas Flores NTT

Di sektor home interior, anyaman dihadirkan dalam berbagai jenis produk yang memberikan sentuhan unik pada sebuah ruang tanpa kehilangan kesan modern. Perpaduan antara elemen tradisional dan desain modern ini membuat nilai budaya terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap kolaborasi yang dilakukan pun membuka peluang untuk menghadirkan anyaman di lebih banyak ruang dan wilayah.

koleksi stool dan side table yang dibuat dari keranjang anyaman daun lontar yang menggabungkan elemen tradisional dan desain modern

Impact Report Du Anyam 2025 menjadi refleksi perjalanan yang dibangun bersama komunitas penganyam di berbagai pelosok Indonesia. Selama sebelas tahun, Du Anyam telah membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan dapat berjalan dengan ekosistem usaha yang berkelanjutan. Setiap anyaman tidak hanya merepresentasikan keterampilan tangan para penganyam, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang nyata.

Bersama komunitas dan mitra, Du Anyam akan terus melangkah, menumbuhkan dampak dari desa ke desa, dari tangan ke tangan, hingga setiap anyaman menjadi simbol perubahan.

Mari menganyam kebaikan dan bersama-sama membawa perubahan nyata bagi Indonesia.

Baca Impact Report 2025 Lebih Lengkap