fbpx Menganyam Kebaikan: Pencatatan Dampak Sosial Du Anyam Di Flores Tahun 2024

Menganyam Kebaikan: Pencatatan Dampak Sosial Du Anyam Di Flores Tahun 2024

Posted by April 15, 2025
Thumbnail

Sebagai kewirausahaan sosial yang berkomitmen pada keberlangsungan dampak sosial dan pemberdayaan perempuan Flores, Du Anyam senantiasa konsisten menerbitkan Impact Report atau Laporan Dampak atas berbagai inisiatif misinya. Pencatatan bertajuk Impact Report Du Anyam 2024 juga menjadi wujud transparansi dan undangan terbuka bagi semua pihak untuk turut menganyam kebaikan bagi perempuan di pelosok negeri.

Seorang wanita lanjut usia di Flores NTT sedang menganyam dari daun lontar dengan tersenyum

Memulai & Mengukur Dampak Sosial Du Anyam di Flores

Berdiri sejak tahun 2014, Du Anyam berawal dari keprihatinan atas tingginya angka malnutrisi dan Angka Kematian Anak di Indonesia bagian Timur. Problem kesehatan yang menimpa anak dan perempuan, khususnya di Flores, tidak terlepas dari isu kompleks sosial ekonomi. Dibatasi minimnya lapangan pekerjaan, infrastruktur, hingga edukasi gizi, masyarakat praktis tidak memiliki daya ekonomi untuk alokasi dana kesehatan maupun hal-hal esensial lainnya.

Kehadiran Du Anyam yang mengusung kerajinan tangan anyaman ke pasar global dan domestik secara perlahan dan terukur membuat perubahan berdampak positif yang dinanti-nantikan. Dalam satu dekade lebih, sebanyak 1600+ penganyam perempuan kini tidak saja menjadi lebih berdaya secara ekonomi, tetapi juga tampil lebih percaya diri, mandiri, dan berani meraih impian tinggi. 

Impact Report Du Anyam 2024 : Rekor Baru Wujud Konsistensi Untuk Perempuan

Penyusunan Laporan Dampak Sosial Du Anyam di Flores diinisiasi pada tahun 2021 dengan metode riset lapangan yang dilakukan secara langsung oleh tim Community Development internal. Meski metodenya sederhana, pencatatan rutin dan pemantauan langsung ini terbukti efektif pada pengukuran pemberdayaan perempuan di Flores. 

Di tahun 2024, Du Anyam berhasil mencatat beberapa pencapaian baru yang semakin mengukuhkan potensi penganyam perempuan jika diberdayakan dengan tepat sasaran, antara lain:

“85.5% dari penganyam perempuan kini berkontribusi aktif dalam pengambilan keputusan di keluarga.”

Sebelumnya, sosok Ayah atau kepala keluarga cenderung mendominasi keputusan penting, termasuk terhadap pemenuhan pendidikan dan nutrisi untuk anak-anak.

Wanita penganyam Flores NTT sedang mengantarkan anak-anak mereka berangkat ke sekolah, sambil mengenakan sarung tenun khas NTT

“Tiga alokasi dana terbesar oleh penganyam perempuan : Makanan, Edukasi, dan Kesehatan”

Fakta ini sesuai dengan riset oleh Princeton Foundation for Peace and Learning dan Philanthropy News Digest yang menyatakan bahwa 90% perempuan cenderung akan menginvestasikan dana penghasilannya untuk kesehatan dan pendidikan anak. Angka ini lebih signifikan dibandingkan dengan hanya 35% dari responden pria. 

“82% dari penganyam perempuan meyakini kerajinan anyaman sebagai sumber pendapatan yang stabil”

Angka ini juga tercermin pada kenaikan pendapatan dari hasil menganyam sebanyak 56% di tahun 2024, dengan peningkatan angka tabungan para mama penganyam sebanyak 42% dibandingkan tahun 2023.

Tahun 2024 juga mencatat angka jerih payah Du Anyam yang cukup membanggakan, seperti menggelar 124 pelatihan menganyam dan 32 pelatihan keahlian non-anyam, yang secara total menarik hingga 629 perempuan yang tersebar di serangkaian desa anyam baru.

Baca Impact Report Du Anyam 2024

Melampaui Batas Menciptakan Dampak Lingkungan Berkelanjutan

Seorang ibu dan anak penganyam di Flores NTT, sambil mengenakan sarung tenun khas NTT

Seiring perkembangan kewirausahaan sosial berbasis produk anyaman tradisional, Du Anyam turut memasukkan semangat ramah lingkungan ke dalam identitasnya. Tidak puas hanya dengan pemanfaatan bahan baku alami yang berlimpah, Du Anyam membidik proses kerja sirkuler, meminimalisir limbah, dan menggaungkan kesadaran atas dampak lingkungan berkelanjutan.

Fokus pada dampak lingkungan berkelanjutan ini semakin intens, dibuktikan dari lahirnya koleksi yang tidak hanya sebatas berbahan alami, tetapi juga menyisipkan pesan kritis sebagai komitmen serius atas bumi Nusantara, diantaranya:

Koleksi Purun karya penganyam perempuan dan komunitas lahan gambut di Kalimantan Selatan. 

Tiga orang perempuan penganyam sedang menganyam keranjang anyaman dari daun lontar khas flores NTT

Koleksi ReBumi yang berkolaborasi dengan DemiBumi dan berfokus pada nilai-nilai ESG, termasuk teknik upcycle menggunakan bahan limbah tirai jendela sebagai inovasi produk yang berprinsip zero waste.

Lima orang prempuan penganyam sedang memperlihatkan koleksi hasil jadi produk anyaman yang ramah lingkungan dan bebas emisi karbon

Koleksi Bumi Bhinara berbahan biodegradable dan telah dihitung emisi karbon dari sebagian tahap produksi dan transportasi, serta telah dimitigasi karbon oleh partner FairAtmost melalui pusat energi geothermal di Lahendong, Sulawesi Selatan dan tercatat di Sistem Registrasi Nasional. 

Baca lebih detil dampak lingkungan di Impact Report Du Anyam 2024

Menganyam Kebaikan untuk Masa Depan

Sama seperti pelaporan kinerja berbagai perusahaan yang transparan, Impact Report Du Anyam 2024 yang dirilis setiap awal tahun baru kini menjadi hal-hal yang dinantikan. Meskipun disajikan untuk stakeholders, partner, dan publik, namun pencatatan angka-angka ini membawa sebuah makna penting bagi tim Du Anyam sendiri.

Laporan dampak sosial Du Anyam di Flores dan dampak lingkungan berkelanjutan menjadi sebuah titik refleksi sekaligus motivasi agar terus berkarya lebih besar dan lebih giat lagi. Sembari meneruskan perjalanan dan merangkul komunitas di pelosok, Du Anyam optimis bawa perubahan nyata penuh nilai pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, dan pemerataan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Mari terus menganyam kebaikan, tidak lelah bawa perubahan untuk Indonesia. 

Baca Impact Report Du Anyam dari tahun ke tahun