Persembahan eksklusif suvenir perusahaan rendah karbon pertama Du Anyam yang selaras ESG
Apa itu Jejak Karbon?
Jejak karbon adalah emisi karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan selama siklus hidup sebuah produk.
Du Anyam berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dengan menghitung sebagian emisi karbon CO₂ dari proses produksi dan transportasi koleksi Bhumi Binara.
Perhitungan emisi karbon CO₂ tersebut diseimbangkan dalam proyek carbon offset melalui pembangunan energi geothermal terbarukan di Lahendong, Sulawesi Utara yang telah tersertifikasi oleh Sistem Registri Nasional (SRN) di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Langkah Selaras untuk Bumi,
Berani Rendah Emisi
Mengusung nilai ESG, koleksi Bhumi Binara adalah langkah berani meraih impian besar Indonesia yang lebih hijau
1. Material
Berbahan ramah lingkungan:
Anyaman daun lontar bermotif Kepitang khas Flores
Kulit organik / vegan leather dari hasil fermentasi limbah biji kopi
2. Perhitungan Jejak Karbon
Setiap suvenir perusahaan koleksi Bhumi Binara telah melalui proses perhitungan emisi karbon dari sebagian:
Material produksi
Transportasi
3. Proyek Penyeimbangan Karbon
Jejak karbon koleksi Bhumi Binara telah diseimbangkan melalui proyek carbon offset untuk pembangunan energi geothermal terbarukan di Lahendong, Sulawesi Utara, yang menjadikannya suvenir selaras ESG dengan nilai berkelanjutan.
Sebagai wujud tanggung jawab untuk mengurangi emisi karbon, Du Anyam bermitra dengan Fairatmos dalam melakukan perhitungan emisi jejak karbon koleksi suvenir Bhumi Binara, hingga tahap penyeimbangan karbon (carbon offset) melalui proyek pengembangan energi geothermal terbarukan di Lahendong, Sulawesi Utara, yang telah tersertifikasi oleh Sistem Registri Nasional (SRN) di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dampak Positif
Iklim
Mengurangi emisi sebesar 12 tCO2eq dengan mengimbangi (offset) melalui proyek lokal.
Komunitas
Membuka akses jalan pedesaan di lingkungan proyek Lahendong.
Keanekaragaman Hayati
Mendukung pengurangan produksi batubara untuk melindungi flora dan fauna dengan memanfaatkan energi geothermal secara nasional.